Selasa, 15 Mei 2012

Asuransi Kesehatan

Beberapa kali teman-teman saya cerita ke saya kalo sebenarnya dia mendapat tawaran untuk bekerja di suatu perusahaan yang lebih kecil tapi dengan posisi dan gaji yang lebih baik. Tetapi sayangnya teman-teman saya itu menolaknya. Salah satu alasannya adalah tidak adanya asuransi kesehatan di perusahaan yang lebih kecil tersebut.
Sekarang mari kita analisa apa benar bila kita pindah ke perusahaan yang lebih kecil meskipun gaji lebih besar tetapi bila asuransi kesehatan tidak ada, kita akan rugi?
Mari kita hitung. Gaji karyawan A di perusahaan A1 adalah 2 juta rupiah per bulan. Pada umumnya suatu perusahaan memberikan platform untuk rawat jalan adalah satu kali gaji per tahun. Jadi biaya rawat jalan yang ditanggung oleh perusahaan adalah 2 juta rupiah per tahun atau rata-rata 167 ribu per bulan. Sehingga sebenarnya gaji karyawan A ini adalah dua juta seratus enampuluh tujuh ribu rupiah.
Untuk rawat inap, banyak perusahan yang menggunakan jasa asuransi kesehatan seperti asuransi kesehatan sinarmas, bringinlife, bumiputera, CAR (BCA Group), Askes dan lain lain, yang merupakan provider asuransi kesehatan lokal. Sedangkan untuk asuransi kesehatan asing misalnya sfa prudential, Allianz, Manulife dan lain-lain. Besarnya premi dan uang pertanggungan untuk masing-masing provider memang berbeda-beda, tetapi pada umumnya tidak terlalu jauh.
Kita ambil contoh untuk asuransi prudential(sfa prudential), bila premi yang kita bayar adalah 300 ribu rupiah, maka uang pertanggungan untuk 9 macam penyakit yang kita derita kurang lebih adalah untuk rumah sakit dengan kelas kamar yang tarifnya kurang lebih 300 ribu rupiah per hari. Biaya dokter, obat dan lain-lain besarnya kurang lebih mengikuti tariff dari kamar kita tersebut.
Dari hitung-hitungan di atas, maka bila karyawan B di perusahaan B1 adalah 2,5 juta rupiah tanpa jaminan kesehatan, maka artinya gajinya sama dengan karyawan A dengan gaji 2 juta rupiah dengan jaminan kesehatan.
Asuransi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Kelebihan dan kekurangan model karyawan A dan B
  1. Kelebihan uang platform 2 juta per tahun di perusahan A biala tidak dipakai oleh karyawan, akan  hangus atau hilang. Sedangkan untuk model karyawan B, uang rawat jalan itu akan menjadi miliknya bila dia tidak pernah menggunakannya untuk berobat.
  2. Untuk asuransi rawat inap, biasanya ada periode pertanggungannya, dimana pada usia tertentu bisa diambil sebagai bentuk tabungan.
  3. Karyawan B harus lebih pintar dalam mengelola gajinya, karena dia harus sadar bahwa gaji sebenarnya adalah 2 juta meskipun dia menerima 2,5 juta rupiah per bulan.
  4. Karyawan B bebas memilih provider asuransi sesuai dengan seleranya. Dia bisa menggunakan jasa asuransi kesehatan sinarmas, Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera, atau CAR untuk lokal, atau Sfa Prudential, AXA, Allianz atau Manulife untuk perusahaan asuransi asing.

Senin, 14 Mei 2012

Cara Buat Surat Lamaran dalam Bahasa Inggris untuk Posisi QC Supervisor

Berikut cara buat surat lamaran kerja dalam bahasa inggris untuk posisi QC Supervisor:

Dear Sir/madam,

I am writing to you to response your advertising at Kompas 25 april 2012 for the vacancy of QC Supervisor.

I am Peter Parker, 26 years old, single marital status. I am a chemical engineer, graduated from Institute Technology Sepuluh November Surabaya and now working at PT. Five Star as QC staff. I am sure my experience for more than 3 years and leadership skill would give your team a lot of advantage.

I am looking forward a mutual interview for explaining my potential as described at my CV attached.
Thank you for your attention.


Sincerely Yours,

Peter Parker


Yang terpenting dalam cara buat surat lamaran kerjak dalam bahasa inggris adalah kita harus benar-benar memahami apa yang kita tulis.

Jumat, 11 Mei 2012

Asuransi untuk Kita, Perlu kah?


Anda pasti sering mendengar Manulife, Sfa Prudential, AXA, Alianz dan lain lain. Dan anda sedikit banyak pasti tahu kalo nama-nama yang disebutkan tadi adalah nama perusahaan asuransi. Nah sekarang, apakah anda tahu, seberapa penting asuransi bagi kita?

Mari kita lihat definisi dari asuransi. Arti asuransi sendiri kurang lebih adalah jaminan atau kepastian. Dimana asuransi memastikan bahwa secara sesuatu yang diasuransikan secara financial tidak akan berubah bila sesuatu tersebut mengalami perubahan yang biasanya disebut resiko.
Saya sebut sesuatu karena banyak sekali object-object yang bisa diasuransikan, seperti halnya banyak sekali product-product asuransi yang sekarang ini ditawarkan oleh berbagai provider (penyedia) jasa asuransi.
Dari berbagai macam produk asuransi, pada umumnya dibagi menjadi 2 bagian yaitu asuransi yang ketika masa jaminan sudah habis dan tidak ada resiko, maka asuransi tersebut berhenti dan uang premi tersebut hilang. Contohnya adalah asuransi jasa raharja ketika kita naik bis umum, asuransi mobil, asuransi rumah dan sebagainya. Yang kedua adalah asuransi ketika masa jaminan sudah lewat dan tidak ada resiko tetapi uang premi kita tidak hilang, tapi muncul sebagai bentuk tabungan.
Bila dijelaskan lebih lanjut, pada dasarnya semua asuransi adalah model yang pertama di atas. Bila ada product asuransi yang bisa menjadi tabungan, itu adalah bentuk asuransi yang disisipi suatu portfolio atau sebaliknya. Misalkan asuransi pendidikan, sebenarnya adalah asuransi jiwa plus tabungan.
Berikut kelebihan dan kekurangan asuransi dan tabungan biasa:
  1. Asuransi mengmelindungi resiko, sedangkan tabungan tidak. Misalnya, ketika seorang bapak membeli asuransi pendidikan buat anaknya selama 12 tahun (masa pendidikan), maka ketika di tahun pertama atau kedua dan seterusnya, terjadi resiko pada bapak ini (misal meninggal dunia) maka uang pendidikan anaknya akan tetap keluar sesuai jadwa walaupun premi sudah tidak dibayar lagi setelah tertanggung (sang bapak) meninggal dunia. Sedangkan untuk tabungan, akan berhenti bila terjadi resiko pada si bapak tersebut.
  2. Premi asuransi harus dibayar tepat waktu dengan jumlah yang tetap sehingga tidak fleksibel, sedangkan tabungan tidak perlu tepat waktu dan sangat fleksibel.
  3. Tabungan di asuransi tidak bisa diambil sewaktu-waktu, atau kalaupun bisa biasanya disertai dengan denda yang cukup tinggi. Sedangkan tabungan bisa sewaktu-waktu diambil.
  4. Hasil dari bunga atau keuntungan lain dari asuransi biasanya lebih tinggi dibanding dengan tabungan biasa.
Resiko selalu Ada

Dari ke empat kelebihan dan kekurangan antara asuransi dan tabungan kita bisa menilai apakah kita membutuhkan asuransi atau tidak.
Untuk provider asuransi di Indonesia banyak pilhan, misalnya untuk asuransi Jiwa yang cukup terkenal misalnya, Manulife, Sfa Prudential, AXA, Alianz Bringin Life, Simas Insurance, atau CAR. Dan untuk kendaran kita bisa menggunakan Garda Otto atau yang lain.
Manulife, Sfa Prudential, AXA dan Alianz adalah perusahaan asuransi asing. Sedangkan Bringin Life, Simas dan CAR adalah perusahaan asuransi lokal. 
Tulisan ini terbuka untuk saran atau pertanyaan. Terima kasih.

Jumat, 04 Mei 2012

Budi Daya Tebu atau Budi Daya Tanaman Cabe?


Budidaya tanaman, seperti yang kita tahu, gampang-gampang susah. Sama seperti usaha yang lain, bila kita melakukan suatu usaha dalam skala kecil, tentu saja jauh lebih mudah daripada dalam skala besar. Saya ambil contoh, bila kita mengusahakan budi daya tanaman cabe dengan jumlah 5 – 10 tanaman, pasti gampang sekali, dengan sedikit waktu dan ketelatenan, saya yakin 10 batang tanaman cabe tersebut akan memberikan hasil yang bagus sekali. Kenapa? Karena kita sendiri masih mampu untuk mengolah tanahnya, menyiram, atau memberi obat-obatan yang diperlukan. Tetapi bagaimana bila cara budidaya cabai atau cabe ini tersebut diperbesar hingga 1 hektar? Apakah semudah kita menanam 10 batang tanaman cabe?

Untuk budi daya tanaman dengan lahan di atas 1 hektar, diperlukan suatu manajemen yang lebih bagus lagi daripada sekedar menanam, menyiram, memupuk dan sebagainya. Banyak orang yang mencoba-coba untuk membudi dayakan beberapa macam tanaman pertanian, tetapi tidak bisa bertahan lama karena selalu merugi. Kerugian tersebut dikarenakan jeleknya manajemen dalam mengelola suatu budi daya tanaman. Sebagai pengalaman, saya sudah beberapa kali membudidayakan suatu hasil pertanian, mulai budidaya tanaman cabe, budidaya jagung, budidaya ketela rambat, hingga budidaya kacang tanah. Tetapi ketika panen, selalu saja rugi atau sedikit sekali keuntungannya. Dari evaluasi saya, kerugian tersebut disebabkan beberapa hal diantarany:

1.       Harga komoditas yang relative turun. Beberapa komoditi memang harganya tidak stabil. Beberapa komoditi tersebut antara lain, cabe, tomat, ketela rambat, dan lain-lain.

2.       Besarnya biaya pengairan karena penanaman dilakukan tidak pada saat musim hujan. Biaya pengairan ini selain dari air yang harus beli dari jagatirta (biasanya masuk kas desa) dan juga dari biaya untuk tenaga

3.       Besarnya biaya untuk tenaga pengolahan dan perawatan. Biaya untuk tenaga pengolah ini merupakan biaya yang paling besar dan paling sulit dikontrol, karena perhitungan tenaga di desa biasanya menggunakan upah harian. Rasio luas lahan dan jumlah pekerja dibanding waktu, seringkali tak terkontrol, terutama bila kita tidak setiap-tiap waktu melihat pekerjaan mereka.

Dari 3 faktor di atas, faktor pertama tentang harga agak sulit kita atasi, memperkirakan rasio ketersediaan dan kebutuhan mungkin masih bisa mengatasi kemungkinan kerugian karena jatuhnya harga suatu komoditas.

Faktor yang kedua, bisa dihindari dengan memilih waktu tanam pada saat musim hujan. Tapi ini akan mengakibatkan turunnya produktivitas lahan.

Faktor ketiga, tentu saja bisa diminimalkan dengan pengawasan yang ketat dan supervise yang terus menerus.

Cara lain yang bisa kita lakukan untuk meminimalisasikan ketiga factor penyebab kerugian dalam budidaya tanaman pertanian di atas adalah dengan memilih budi daya tanaman yang mempunyai usia panen 1 tahun dengan hasil kurang lebih sama dengan 3 kali panen budidaya yang lain. Tanaman yang mempunyai usia panen 1 tahun dengan harga yang kurang lebih sama dengan 3 kali panen budidaya yang lain di antaranya adalah, budi daya singkong (atau ketela pohon) dan budidaya tebu.
Panen Tebu mengharap Rendemen TInggi

Untuk budidaya tebu, ada kelebihan lain dibanding budidaya ketela pohon yaitu biaya tanam yang muncul hanya 1 kali untuk 4-5 kali panen. Tebu hanya memerlukan sekali biaya tanam, sedangkan untuk tahun berikutnya, hanya perlu biaya pupuk dan penyiangan rumput yang bisa dilakukan dengan system borongan. Jadi masih memilih budi daya tanaman cabe dibanding tanaman tebu?

Sabtu, 28 April 2012

Hargaemas Hari ini untuk Hari Esok

harga logam mulia  emas hargaemas aneka tambang hari ini
Bing beng bang yuk…kita ke bank.. bang bing bung yuk… kita nabung.. tang ting tung yuk.. jangan dihitung.. tahu-tahu kita nanti dapat untung..

Masih ingat penggalan syair lagu anak-anak di atas? Benar, lagu tersebut mengajarkan ke anak-anak bagaimana pentingnya menabung. Hal tersebut jelas terlihat dari kata-kata “tahu-tahu kita nanti dapat untung”

Tapi benarkah demikian? Untuk saat ini, benarkah menabung di bank membuat kita dapat untung? Bila kita menabung dalam rupiah, coba teliti lagi, berapa suku bunga bank saat ini dan angka inflasi yang terjadi beberapa tahun belakangan ini. Untuk suku bunga deposito saja, 3-4 tahun belakangan besarnya rata-rata di bawah angka inflasi. Belum lagi kalau yang kita bandingkan adalah bunga tabungan yang biasanya jauh di bawah besarnya suku bunga deposito.

Setelah bunga bank dan angka inflasi kita bandingkan, benarkah setelah menabung sekian lama tahu-tahu kita dapat untung? Jawabannya: TIDAK!!

Kenapa tidak?

Kasus 1: Coba kita ilustrasikan, pada tahun 2010 kita punya uang Rp 400 ribu, harga beras saat itu adalah Rp 8000 per kilogram dan hargaemas sekitar Rp 400 ribu per gram. Saat itu, bila uang empat ratus ribu tersebut kita belikan beras maka akan mendapat sekitar 50 kg .

Kemudian kita misalkan uang tersebut kita simpan di bank dalam bentuk deposito dengan bunga 8% per tahun. Maka tahun 2012 uang Rp 400 ribu tersebut ditambah bunga akan menjadi sekitar Rp 466 ribu. Bila harga beras saat ini adalah Rp 10 ribu per kilogram, maka uang kita di bank akan mendapat beras hanya 46.6 kilogram, bukan lagi 50 kilogram.

Kasus 2: Sekarang kita misalkan uang Rp 400 ribu tersebut pada tahun 2010 kita belikan emas, maka akan mendapat 1 gram emas. Bila 1 gram emas yang kita beli pada tahun 2010 tersebut kita jual hari ini dan harga emas hari ini adalah Rp 510 ribu maka dengan harga beras Rp 10 ribu, maka uang tersebut bisa untuk membeli beras 51kg, yang jelas lebih banyak 1 kg dibanding tahun 2010.

Dari 2 kasus di atas mana yang lebih menguntungkan? Apakah sesuai syair lagu anak-anak di atas untuk keadaan sekarang? Apa benar menabung di bank akan membuat kita “tahu-tahu dapat untung”?

Kenapa kita memilih emas?


Sebenarnya, selain emas banyak harga logam mulia selain emas yang harganya juga selalu naik. Tetapi secara umum emas mudah sekali diperjualbelikan.
Hal yang perlu diperhatikan bila kita mau menyimpan dana kita berupa emas adalah apakah kita bertujuan hanya sebagai investasi saja. Bila hanya investasi saja, pilihan kita adalah dalam bentuk emas batangan. Emas batangan ongkos pembuatannya relatif lebih murah dibanding emas perhiasan. Pembuat emas batangan juga mabam-macam, diantaranya Aneka Tambang Emas. Tetapi bila tujuan investasi kita adalah untuk fashion, tidak ada salahnya emas yang kita beli dalam bentuk perhiasan seperti kalung, cincin, gelang atau bentuk perhiasan yang lain.